sebagaiwarisan dunia takbenda yakni sering kita lihat ada tarian yang dinamai "Saman", padahal yang tari tersebut bukanlah Saman sebagaimana yang telah ditetapkan dalam sidang Unesco di Bali. Banyak Saman bermunculan sehingga muncul pula persepsi yang keliru tentang tari Saman yang sebenarnya. Persepsi yang keliru dalam masyarakat beragam.
Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesandakwah. Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan, dan kebersamaan Tuliskanunsur-unsur tari dari tarian yang kamu amati. Alternatif Jawaban : Pengamatan 1. Nama Tarian : Gambir Anom. Asal daerah Tarian : Jawa Tengah. Unsur Karya tari yang diamati : Raga, irama, tata rias, properti. Tanggapan terhadap karya tari : Tarian ini menceritakan tentang tokoh Irawan yang sedang jatuh cinta. Tarian ini memamerkan gerakan yang gemulai juga sedikit gerakan pantonim. — Pariwisata di mana saja membutuhkan tarian untuk memeriahkan dan menghangatkan suasana. Selain itu, gerakan-gerakan tari pada umumnya merupakan simbol-simbol yang bermakna mengenai bagaimana mereka menjalani kehidupan. Ketika berlangsung Vakantiebeurs 2010, pekan promosi wisata terbesar di Utrecht, Belanda, 12-17 Januari 2010, keberadaan tarian menjadi sangat penting dan berdaya tarik kuat. Stan Indonesia menjadi penuh sesak ketika pertunjukan tarian dan lagu-lagu daerah yang merupakan bagian dari daging budaya kita ditampilkan. Indonesia punya beragam etnik dan budaya. Tariannya pun bermacam-macam, mulai tari saman yang religius, sasando, hingga jaipong yang menampilkan gerakan 3G, yakni goyang, geol gerakan pinggul, dan gitek gerakan bahu. Semua tarian Nusantara mendapat sambutan dan apresiasi luar biasa dari pengunjung Vakantiebeurs yang diikuti 160 negara. Para pengunjung tidak beranjak dari stan ekshibisi Indonesia sampai ekshibisi budaya selesai. ”Saya suka dengan tarian-tarian Indonesia. Tapi, banyak sekali jumlahnya. Yang jelas saya suka tarian Bali dan Maluku,” kata Gerard, warga Belanda yang meluangkan waktu berjam-jam di stan Indonesia untuk menyaksikan ekshibisi budaya bertambah semarak ketika ditampilkan tarian dan lagu yang penuh semangat, seperti "Uhate" dan "Hela Rotane", keceriaan terlihat di antara penonton. Tepuk tangan gemuruh. Bahkan, ketika putra-putri Indonesia menampilkan tarian Sunda dalam gendang rampak dan topeng rehe, spontan bule-bule itu bersemangat dan masuk arena untuk ikut berjoget, mengimbangi gerakan 3G, goyang, geol, dan gitek. Gerakan 3G dari tarian tradisional Sunda ini memang ditunggu banyak pengunjung karena sempat menimbulkan pro-kontra di Bandung, ibu kota asal tarian jaipongan. Pihak yang menentang menilai gerakan 3G terlalu kasar dan erotis. Sambutan yang luar biasa itu membuat stan Indonesia sangat ramai. Stan-stan negara lain menjadi sepi. Petugas stan lain merasa terganggu dan mengaku sulit melakukan transaksi bisnis wisata. Ekshibisi budaya Indonesia yang berlangsung pada hari kedua pameran, Rabu 13/1/2010, itu pun diprotes pengelola stan negara lain. Mereka melancarkan protes kepada panitia Vakantiebeurs. Dan, panitia selanjutnya menegur penyelenggara pertunjukan budaya Indonesia. ”Kami diingatkan pagi hari, siang, dan sore. Panitia mengancam akan mencabut listrik. Kami diminta tidak menyelenggarakan ekshibisi yang mengeluarkan suara keras, melebihi 80 db. Tapi semua alat ini kan didesain untuk suara keras. Tanpa pengeras suara, alat kami ini sudah keras,” kata Agus Safari, Koordinator Pertunjukan Indonesia di Vakantiebeurs, sambil menunjuk alat musik gending, gambang, bonang, dan perkusi. Pihak Indonesia akhirnya mengambil jalan tengah dalam ”perselisihan” ini. Mulai hari ketiga, ekshibisi budaya tidak lagi menggunakan tetabuhan keras. Tarian dan lagu-lagu yang ditampilkan pun dipilih yang lembut-lembut, seperti kliningan sunda dan sasando. Suasananya menjadi kurang meriah. Meskipun demikian, pengunjung tetap berjubel dan menanti tari-tarian keras dan bersemangat. Kadang-kadang, para musisi dan penari dari Sanggar Robot Percussion, Bandung, ini lupa membawakan musik lembut. Musik etnik kreatif yang keras kembali mengentak panggung di salah satu stan Indonesia yang khusus digunakan untuk ekshibisi budaya. Ekshibisi budaya Indonesia kembali bermain penuh pada acara Indonesian Night di panggung besar untuk umum Vakantiebeurs, Jumat. Semua musisi dan penari, termasuk dari Maluku dan Nusa Tenggara Timur, bergabung dan tampil di panggung ini di depan pengunjung Vakantiebeurs, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik, serta masyarakat Indonesia di Belanda. Penampilan tarian-tarian Nusantara ini terasa pas karena tema pekan promosi wisata kali ini adalah ”Meet the Local”, pertemuan berbagai budaya dan orang lokal di panggung Vakantiebeurs. Dan, Indonesia sebagai partner utama negara tuan rumah. Representasi Indonesia? Dari sekian banyak tarian yang ditampilkan di Vakantiebeurs, ada satu tarian yang dipertanyakan apakah masih merupakan representasi Indonesia atau tidak. Pertanyaan itu mengemuka ketika tarian saman dijadikan pembuka acara jumpa pers Indonesia. Dalam temu pers itu tampil sebagai narasumber Duta Besar RI untuk Belanda JE Habibie, Direktur Jenderal Pemasaran pada Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI Sapta Nirwandar, dan Atase Kebudayaan KBRI di Belanda selaku moderator. Ketika sesi tanya jawab dibuka, seorang wartawan Belanda angkat tangan dan mengajukan pertanyaan. Mengapa tari saman dipilih untuk mengawali jumpa pers? Apakah tari saman merupakan representasi dari Indonesia? Bukankah Aceh merupakan provinsi yang menerapkan hukum syariah? Bagaimana dengan kehidupan pariwisata yang diawasi dengan hukum syariah? Pertanyaan pertama ini langsung dijawab JE Habibie dalam bahasa Belanda. Menurut Habibie, Aceh dan tari samannya merupakan bagian dari Indonesia. Banyak tarian-tarian lainnya yang menjadi kekayaan budaya bangsa Indonesia. Indonesia itu luas dengan keragaman budaya yang luas pula. Hukum syariah memang diterapkan di Aceh, tetapi secara keseluruhan keamanan terjamin. ”Penganut agama Islam di Indonesia terkenal dengan toleransi tinggi terhadap penganut agama di luar Islam. Indonesia aman. Tidak ada alasan untuk tidak datang ke Indonesia,” kata Habibie. Ada kekhawatiran dari mereka hukum syariah dijadikan untuk mengontrol kegiatan wisatawan yang memasuki wilayah Indonesia. M Nasir dari Utrecht Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tanggapanterhadap karya tari : Tari jaipong juga melambangkan kebebasan dan pemberontakan melalui gerakan-gerakan tangan, kepala, tubuh, dan kaki secara leluasa. Bisa kita perhatikan dalam gerakan pencak silat yang dikreasikan ke dalam jaipong. Properti yang digunakan berupa sampur yang diletakkan di leher para penari
alhusna9 alhusna9 Tarinya butuh konsentrasi dan butuh kerjasama extra, menurut saya itu hebat karena tarinya bagus dan dilakukan bersama kok brani bnget sebar" no gitu?!, kan itu private P save 089528182226 ya nanti kita mabar makasih kak ノ◍•ᴗ•◍ main ff gak ni id ak1818052287 Kritikpenghakiman, yaitu kritik yang bekerja secara deduksi atau kritik yang berpegang teguh pada ukuran-ukuran karya seni tari tertentu untuk menentukan karya tari tersebut baik atau tidak. Kritik teknis , yaitu kritik yang tujuannya untuk menunjukkan kelemahan-kelemahan tertentu dari sebuah karya seni tari agar seniman penciptanya dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan dan tidak terulang di kemudian hari.

Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan Penari Saman sedang beraksi Penari Saman sebelum menari Penari Saman berfoto bersama Tim IE Tari Saman biasa ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat Salah satu gerakan Tari Saman Tari Saman adalah tarian laki-laki DENGAN seragam warna-warni, para penari duduk bersimpuh. Secara perlahan, mereka mulai menepuk tangan, dada, dan paha. Sesekali mengubah posisi dengan tubuh bertumpu pada lutut, membungkuk, miring ke belakang, ke kanan, atau ke kiri. Semua dilakukan dengan kompak dan harmonis. Temponya semakin lama semakin cepat. Inilah yang membuat pertunjukan tari saman selalu mengundang decak kagum penonton. Tari saman adalah salah satu tarian adat asal Aceh. Tarian ini berasal dari dataran tinggi Gayo dan dikembangkan Syekh Mohammad as-Samman, guru tasawuf kelahiran Madinah, pada abad ke-17 Masehi. Tasawuf merupakan sejenis penghayatan mendalam terhadap Islam lewat berbagai cara yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Ciri khas tasawuf dapat terlihat dari adanya perkumpulan khusus tarekat yang terdiri atas guru dan murid. Tiap guru punya cara berbeda dalam mengajarkan tasawufnya. Syekh Samman memilih berkesenian untuk mengajarkan tasawufnya. Dia membuat sejumlah syair pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad. “Menyusun kata maupun aturan gerak dan sikap badan yang menyertai gerak,” tulis Snouck Hurgronje dalam Aceh di Mata Kolonialis II. Sejumlah orang terpikat dengan cara Syekh Samman mengajarkan tasawuf. Mereka menjadi muridnya. Beberapa murid lalu mendapat izin dari Syekh Samman untuk menyebarkan ajaran tasawufnya. Bersama Syekh Samman, mereka menyebarkannya hingga ke tanah Melayu, termasuk ke Gayo, wilayah Aceh. Tiba di Aceh, syair-syair karya Syekh Samman hidup dan berkembang seiring dengan adat tradisi masyarakat setempat. Orang setempat menyebutnya sebagai “ratib saman” dengan satu m’. Sekarang orang mengenalnya sebagai tari Saman. Ketika melakukan praktik ratib saman, Syekh Samman meminta muridnya duduk berjejer dalam beberapa baris. Jumlah muridnya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan. Tapi untuk praktik ini, jumlah muridnya biasanya ganjil dan semuanya lelaki. Mulut mereka merapalkan syair-syair pujian, sementara tangannya menepuk-nepuk dada, paha, dan bahunya sendiri. Dari sinilah terlihat adanya percampuran tradisi setempat dengan ajaran Syekh Samman. Menepuk tangan termasuk dalam ciri khas tarian-tarian Melayu kuno jauh sebelum kedatangan Syekh Samman. Bukti ini diperkuat oleh catatan Marco Polo, penjelajah Italia, yang pernah mengunjungi Samudra Pasai pada abad ke-13. Suatu malam, Marco Polo mendengar suara gaduh. “Setelah itu, Marco Polo pergi melihatnya dan terlihatlah sederetan pemuda Gayo sedang bermain saman berderet di atas batang kelapa yang telah direbahkan dalam bahasa Gayo disebut jejunten,” sebut Rajab Bahry dkk dalam Saman, Kesenian dari Tanah Gayo. Gerakan menepuk tangan masih bertahan ketika Syekh Samman datang ke Aceh. “Diduga, ketika menyebarkan agama Islam, Syekh Saman mempelajari tarian Melayu kuno, kemudian menghadirkan kembali lewat gerak yang disertai dengan syair-syair dakwah Islam demi memudahkan dakwahnya,” catat Resi Septiana Dewi dalam Keanekaragaman Seni Tari Nusantara. Kelompok tarekat Syekh Samman biasanya menggelar tarian ini pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad atau Maulid. Kelompok ini juga mengisi tari saman dengan pembacaan riwayat hidup Syekh Samman. Tapi kemudian tarian ini berkembang ke berbagai wilayah Aceh dan mulai dipraktekkan di luar hari Maulid. Isinya pun tak lagi hanya pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad, melainkan juga tentang riwayat tokoh setempat, nasihat hidup, dan pengingat akan adat-istiadat. Pembacaan riwayat Syekh Samman bahkan mulai menghilang di beberapa tempat. Penampilnya pun tak cuma lelaki; perempuan diperbolehkan menari saman. Pemerintah kolonial Belanda sempat melarang tari saman. Alasannya, mengobarkan perlawanan dan mengandung unsur magi. Kala itu tari saman digunakan para pejuang Aceh untuk mengobarkan semangat rakyat Aceh melawan Belanda. Lazimnya dalam pertunjukan tari saman, ada seseorang yang berada di posisi tengah. Dia disebut sebagai syekh atau pemimpin pertunjukan. Dialah pencerita sekaligus pengatur tempo dan kecepatan para penampil. Tari saman mulai dikenal luas di Indonesia pada 1974. Ketika itu tari saman tampil dalam pembukaan Taman Mini Indonesia Indah. Setelah itu, banyak orang menggelar lomba atau festival tari saman. Setiap penampil dalam tari saman menggunakan baju adat khas Aceh yang longgar, panjang, dan berwarna cerah seperti merah, kuning, dan ungu. Lengkap dengan sarung dan ikat kepala, baik bagi lelaki maupun perempuan. Kehadiran Institut Kesenian Jakarta IKJ dan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki PKJ-TIM turut mengangkat tari saman ke pentas nasional. Para koreografer dari IKJ kerap kali meramu ulang tari saman agar dapat bersanding dengan tarian modern atau kontemporer. Mereka kemudian menampilkan koreografinya di TIM. Banyak pro-kontra tentang pencarian bentuk baru tari saman. Tapi karena itu, tari saman kian dikenal orang. Meski tari saman sudah berkembang pesat, ada beberapa pakem yang masih bertahan. Antara lain gerakan yang disebut tepok, kirep, lingang, lengek, guncang, dan surang-saring. Unsur pendidikan juga tak pernah lepas dari tari saman. Sekarang tari saman seringkali dipertunjukan dalam berbagai acara resmi kenegaraan. Banyak sanggar tari juga membuka kelas tari saman. Karena keindahan dan kedalaman pesannya, tari saman tetap bertahan.* Artikel Terkait

Daritoni mereka belajar menari barongsai .lalu mereka ajarkan tarian itu kepada anak anak sekampung .sementara itu setiap tiba saat panen wande dan keluargannya akan sibuk memimpin warga membuat tumpeng gede yaitu nasi khas dari daerah tengger yang syair dalam tarian saman menggunakan bahasa gayo JawabanTari Saman Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku Gayo Aceh. Biasanya dilakukan untuk melaksanakan upacara adat, merayakan hari kelahiran nabi Muhammad Saw, dan Syair dalam tarian Saman tersebut menggunakan bahasa Gayo .Detail JawabanMapel Seni BudayaMateri Tarian Daerah

Tanggapanterhadap karya tari saman? - 26549010 hanifrahmat1234 hanifrahmat1234 26.01.2020 PPKn Sekolah Menengah Pertama terjawab Tanggapan terhadap karya tari saman? Jawab donk kak yg tau bsk dikumpulin 1 Lihat jawaban Iklan

Bagaimana cara agar masyarakat Indonesia dapat membedakan Tari Ratoh Jaroe dan Tari Saman melalui ilustrasi? Beberapa bulan terakhir ini, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh perhelatan olahraga terbesar se-Asia yaitu Asian Games 2018. Salah satu momen yang tidak dapat dilupakan adalah pada saat penampilan penari yang membawakan Tari Ratoh Jaroe yang berasal dari Provinsi Aceh. Akan tetapi sangat disayangkan, banyak masyarakat Indonesia khususnya pengguna media sosial beranggapan bahwa tari yang dibawakan itu adalah Tari Saman. Padahal Tari Ratoh Jaroe dan Tari Saman merupakan dua tarian yang berbeda. Oleh karena itu, idealnya dibutuhkan sebuah edukasi informatif untuk masyarakat Indonesia agar dapat membedakan Tari Ratoh Jaroe dan Tari Saman. Maka dari itu, kami merekomendasikan sebuah ilustrasi perbandingan kedua tarian tersebut. William Hadinata / 625150049 / DKV-CXClara Glorinayesa / 625150077/ DKV-CXMeyka Kuala / 625150063 / DKV-CXJonathan Garry / 625140068 / DKV-CXArief Gunawan / 625140062 / DKV-CXLatar BelakangKelompok Bebas Dosen Pembimbing Mariati SamanTarget SasaranRumusan MasalahMetode PenelitianPembahasanBerdasarkan informasi dari teori dan wawancara yang telah dikumpulkan, tim peneliti menyimpulkan bahwa masyarakat Indonesia dapat membedakan Tari Ratoh Jaroe dan Tari Saman melalui perbandingan gaya ilustrasi. Untuk Tari Ratoh Jaroe gaya ilustrasi yang digunakan adalah gaya Memphis dengan warna-warna cerah seperti jingga, kuning dan hijau dan untuk Tari Saman adalah gaya Konstruktivisme dengan warna-warna khas tari saman yaitu merah dan hitamGaya MemphisGaya ilustrasi yang memiliki kesan bersemangat, cerah dan eksperimental. Gaya Memphis identik dengan pola, warna, dan geometri yang KonstruktivismeGaya ilustrasi yang memiliki ciri khas geometri yang kuat, bentuk sederhana dan memiliki Juliani - Pelatih Tari Ratoh JaroePerbedaan Ratoh Jaroe dan Saman WawancaraTarget PrimerTarget SekunderStrengthGerakan nya fleksibel, sesuai dengan perubahan zaman; Syair lebih bisa ditarikan oleh perempuan;Gerakan tidak tetap akan mengalami perubahan OpportunityAdanya pertunjukan tari Ratoh Jaroe di Opening Ceremony Asian Games 2018 membuat tari ini makin dari tari modern yang lebih populer di kalangan anak muda dibandingkan dengan tari tradisionalKenapa Ilustrasi ?Studi PustakaMedia ilustrasi dipilih karena dianggap merupakan media yang dapat diterima dengan lebih mudah dan jelas oleh banyak dari penelitian ini adalah agar dapat memberikan rekomendasi ilustrasi perbandingan secara tepat sasaran sehingga masyarakat dapat mengetahui perbedaan antara Tari Ratoh Jaroe dan Tari Tujuannya?ReferensiTerimakasihkepada,Sebagian besar masyarakat Indonesia banyak yang belum mengetahui Tari Ratoh Jaroe sebelum ditampilkan di acara pembukaan Asian Games besar masyarakat Indonesia salah menginterpretasikan Tarian Ratoh Jaroe sebagai Tari Saman setelah ditampilkan di acara pembukaan Asian Games MasalahPria & wanitaTinggal di Jakarta, Indonesia25-35 tahunKelas B-APekerja yang Menyaksikanopening ceremony Asian Games 2018Pria & wanita, Tinggal di Indonesia, 15-25 tahunKelas B-A, Pelajar, Mahasiswa, dan Pekerja yang mengetahui opening ceremony Asian Games 2018 lewat media - Strength, Weakness, Opportuni, ThreatTari SamanStrengthGerakannya tetap terjaga turun temurun; Lirik nya mengandung syair-syair Islam ReligiusWeaknessHanya bisa ditarikan oleh terdaftar sebagai warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Sehingga sulit untuk di klaim pihak lainThreatAncaman dari tari modern yang lebih populer di kalangan anak muda dibandingkan dengan tari Ratoh JaroeMerah MaskulinHitam Kekuatan dan kesatuanKuning KebahagiaanHijau TenangBiru KedamaianUngu EleganTeori ilustrasi Teori warnaKemas Acil - Illustrator Studio TomodachiPerspektif, proporsi, komposisi dalam ilustrasi tarianGaya ilustrasi untuk tari saman adalah art decoGaya ilustrasi untuk tari ratoh jaroe adalah memphisBasith Ibrahim - Illustrator Studio TomodachiGesture, tektur, warna, ritme, hirarki dalam ilustrasi tarianGaya ilustrasi untuk tari saman adalah gaya konstruktivismeGaya ilustrasi untuk tari ratoh jaroe adalah art decoGerakan Tari Samankekompakan, kesatuan, kekuatan dan kecepatannya Saman, Kesenian dari Tanah Gayo Bahry et al., 2014Tari Saman*sesuaiGaya Konstruktivisme ciri khas geometri yang kuat, warna datar, bentuk sederhana dan memiliki kesatuan Tari SamanMaskulin dan kuat Saman, Kesenian dari Tanah Gayo Bahry et al., 2014Warna hitam bermakna Kekuatan dan kesatuan, merah bermakna maskulin Mendesain Logo Rustan, 2009 73Hasil WawancaraNarasumber menyarankan gaya Konstruktivisme dan Art Deco karena Tari Saman ditarikan oleh kaum laki-laki yang bergaya bold dan Mariati, Bapak Budi Dharmo, Ibu Rika Lestari, Bapak Yudha Bianto, Bapak Yusri Saleh, Ibu Dwi Julianti, Bapak Kemas Acil, Bapak Basit Ibrahim, dan semua yang telah membantu, membimbing serta mendukung Gaya KonstruktivismeTari Ratoh JaroeTari Saman Gaya MemphisPembahasanGerakan Tari Ratoh Jaroesemangat, ceria, tegas, dan harmonis Saman, Kesenian dari Tanah Gayo Bahry et al., 2014Tari Ratoh Jaroe*sesuaiGaya Memphis kesan bersemangat, ceria dan eksperimental. Identik dengan pola, warna, dan geometri yang tegas. Tari Ratoh Jaroejingga, kuning dan hijau Saman, Kesenian dari Tanah Gayo Bahry et al., 2014Warna jingga berarti kekuatan dan kesatuan, kuning bermakna kebahagiaan, hijau bermakna tenang Mendesain Logo Rustan, 2009 73Hasil WawancaraNarasumber menyarankan gaya Memphis dan Art Deco karena Tari Ratoh Jaroe ditarikan oleh kaum wanita yang memiliki sifat ceria, semangat dan Tarianini mulai ditampilkan bersama dengan propertinya yakni tanggai dan sekapur sirih sekitar tahun 1920. Namanya pun memiliki sedikit perbedan yaitu Tari Tanggai atau Tari Tepak. Kemudian tari ini kembali diangkat atas kerjasama Elly Rudi dan Anna Kumari sebagai tarian penyambutan tamu sebab masa itu Palembang tidak mempunyainya. Sedangkan, penamaannya sendiri berasal dri aksesris kuku palsu atau tanggai yang sudah dipasahkan di delapan jari (kecuali dua ibu jari) pada penarinya. Bacakanhasil tulisanmu di depan kelas Rangkuman 1. Perbedaan etnis sangat memengaruhi hasil dari seni pertunjukan yang diciptakan oleh manusia. 2. Tari kreasi nonetnik merupakan karya tari garapan baru yang tidak berpola atau tidak berpatokan pada karya tari daerah tertentu atau etnis tertentu. 3. TariSaman adalah jenis tarian yang memerlukan gerakan kerjasama antar tim. Selain gerakan yang unik, tarian ini juga menjadi media penyampaian nasihat, pesan dan dakwah kepada masyarakat. Banyak pesan dan makna filosofis yang dapat diambil dari tarian ini, misalnya tentang ilmu agama, Pendidikan, sopan santun, kepahlawanan, kebersamaan dan kekompakan. .
  • b0m77k6r2s.pages.dev/612
  • b0m77k6r2s.pages.dev/709
  • b0m77k6r2s.pages.dev/183
  • b0m77k6r2s.pages.dev/291
  • b0m77k6r2s.pages.dev/825
  • b0m77k6r2s.pages.dev/190
  • b0m77k6r2s.pages.dev/606
  • b0m77k6r2s.pages.dev/370
  • b0m77k6r2s.pages.dev/39
  • b0m77k6r2s.pages.dev/887
  • b0m77k6r2s.pages.dev/719
  • b0m77k6r2s.pages.dev/660
  • b0m77k6r2s.pages.dev/536
  • b0m77k6r2s.pages.dev/808
  • b0m77k6r2s.pages.dev/746
  • tanggapan terhadap karya tari saman