The example code that you pointed to from BasicAndroidKeyStore does not log the public key as getPublic from the KeyPair class only returns a reference the the public key object, not the public key itself. "Public Key reference is " + Logs D/KeyStoreFragment Public Key reference is b8004e8f The same goes for getPrivate. "Private Key reference is " + Logs D/KeyStoreFragment Private Key reference is 5da42c27 Now, as you point out in your comment, will return the actual public key, but a public key's original purpose is not meant to be secret. The private key is meant to be secret and while using a hardware-backed keystore with keys supported in the device's secure hardware, the secret keys are stored safely in the TEE/SE and cannot be extracted by the app itself or another bad actor with root privileges. You can see it in this example "Private Key is " + Logs D/KeyStoreFragment Private Key is null To verify your keys are supported by your device's secure hardware, you can use some variation of this code to suit your needs. You can paste this snippet after the same mentioned above in the example app's createKeys method. KeyFactory factory = "AndroidKeyStore"; KeyInfo keyInfo = null; try { keyInfo = } catch InvalidKeySpecException e { } if "Key is supported in secure hardware"; else "Key is not supported in secure hardware";
Andadapat membeli langganan Microsoft 365 untuk Mac maupun Windows. Office Home & Business 2021 dan Office Home & Student 2021 juga tersedia untuk Mac sebagai versi sekali beli. Dengan paket langganan Microsoft 365, Anda mendapatkan aplikasi Office yang terinstal sepenuhnya: Word, Excel, PowerPoint, Outlook, Publisher, dan Access (Publisher
Pendahuluan Saat ini, pengguna Android dapat dengan mudah mengakses berbagai layanan dan aplikasi dengan hanya menggunakan satu kunci API. Namun, untuk memastikan kunci API yang benar-benar aman, pengguna perlu mengaktifkan fitur “Get Keys from the Web”. Dalam artikel ini, kami akan membahas langkah-langkah untuk mengaktifkan fitur ini pada perangkat Android. Langkah 1 Buka Pengaturan Langkah pertama untuk mengaktifkan fitur “Get Keys from the Web” adalah membuka pengaturan pada perangkat Android Anda. Anda dapat melakukannya dengan mengetuk ikon roda gigi di layar utama atau menu aplikasi. Langkah 2 Pergi ke Keamanan Setelah Anda membuka pengaturan, Anda harus mencari opsi “Keamanan”. Anda dapat menemukannya dengan menelusuri daftar opsi pengaturan atau menggunakan fungsi pencarian untuk mencarinya. Langkah 3 Aktifkan Sumber Tidak Dikenal Setelah Anda menemukan opsi “Keamanan”, Anda perlu mengaktifkan “Sumber Tidak Dikenal”. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menginstal aplikasi dari sumber yang tidak dikenal. Langkah 4 Buka Browser dan Cari Kunci API Setelah Anda mengaktifkan fitur “Sumber Tidak Dikenal”, Anda dapat membuka browser pada perangkat Android Anda dan mencari kunci API yang diinginkan. Pastikan untuk mencari sumber yang tepercaya dan aman. Langkah 5 Salin Kunci API Setelah Anda menemukan kunci API yang diinginkan, salin kode kunci tersebut. Langkah 6 Buka Aplikasi yang Diperlukan Setelah Anda menyalin kunci API, Anda dapat membuka aplikasi yang memerlukan kunci tersebut. Setelah itu, Anda perlu mencari opsi “Get Keys from the Web” pada aplikasi tersebut. Langkah 7 Tempel Kunci API Setelah Anda menemukan opsi “Get Keys from the Web”, Anda dapat menempelkan kode kunci API yang telah Anda salin sebelumnya ke dalam bidang yang disediakan. Langkah 8 Simpan Kunci API Setelah Anda menempelkan kunci API, Anda dapat menyimpannya dengan mengetuk tombol “Simpan”. Pastikan untuk menambahkan deskripsi dan nama yang tepat untuk kunci API tersebut agar mudah dikenali. Langkah 9 Uji Kunci API Setelah Anda menyimpan kunci API, Anda dapat mencoba menggunakannya pada aplikasi yang memerlukannya. Pastikan untuk memeriksa apakah kunci API tersebut benar-benar berfungsi. Kesimpulan Mengaktifkan fitur “Get Keys from the Web” pada perangkat Android Anda adalah salah satu cara terbaik untuk memastikan kunci API yang aman dan dapat diandalkan. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, pengguna dapat dengan mudah mengaktifkan fitur ini dan menggunakan kunci API dengan aman pada aplikasi yang dibutuhkan. Pastikan untuk selalu memeriksa keamanan sumber yang digunakan untuk mendapatkan kunci API dan memperbarui kunci tersebut secara teratur untuk menghindari masalah keamanan.
Tocreate an API key: Console Cloud SDK. How to generate and restrict API keys for Google Maps Platform. Go to the Google Maps Platform > Credentials page. Go to the Credentials page. On the Credentials page, click Create credentials > API key . The API key created dialog displays your newly created API key. Click Close.
This post is part of a series called Android From Scratch. translation by you can also view the original English article Kebanyakan dari kita telah membangun dalam diri kita nafsu yang rakus akan informasi, berkat adanya internet sebagai bagian penting kehidupan kita. Jangkauan perhatian kita juga lebih pendek dari yang pernah terjadi, maka membuat aplikasi Android yang kontennya statis bisa jadi ide yang buruk. Jikaa tidak, Anda harus mempertimbangkan untuk membuat aplikasi yang menampilkan konten yang segar tiap kali pengguna membukanya. Mungkin kedengarannya sulit, tetapi dengan semakin banyaknya website yang mengekspos sumber-sumbernya melalui REST API, sebetulnya ini pekerjaan yang cukup mudah. Lihat Panduan Pemula untuk HTTP dan REST sebagai bacaan awal Di tutorial ini akan saya tunjukkan pada Anda cara menggunakan kelas dan metode yang ada di Android SDK untuk terhubung ke sever web jarak jauh dan berinteraksi dengannya menggunakan REST APInya. 1. Mengaktifkan Akses Internet Memanfaatkan REST API jelas membutuhkan penggunaan Internet. Meskipun demikian, aplikasi Android hanya bisa mengakses interet jika memiliki izin Oleh karena itu, sebelum Anda mulai menulis kode jaringan apapun, Anda harus memastikan bahwa tanda uses-permission ada di file manifest proyek Anda 1 Karena tidak dianggap sebagai izin yang membahayakan, Anda tidak harus melakukan permintaan pada runtime perangkat yang menjalankan API Level 23 atau lebih tinggi lagi. 2. Membuat Background Thread Platform Android tidak mengizinkan Anda menjalankan operasi jaringan di thread utama aplikasi. Oleh karena itu, semua kode jaringan Anda harus menjadi milik suatu background thread. Cara paling mudah untuk membuat thread semacam ini adalah dengan menggunakan execute metode AsyncTask. Sebagai satu-satunya argumennya, execute membutuhkan suatu objek yang Runable. 1 Runnable { 2 Override 3 public void run { 4 // All your networking logic 5 // should be here 6 } 7 }; Jika Anda ingin belajar lebih banyak tentang menjalankan operasi di background thread, saya sarankan Anda membaca tutorial tentang operasi latar belakang ini dari seri Belajar Android dari 3. Membuat suatu Koneksi HTTP Dengan menggunakan metode openConnection dan kelas URL Anda bisa dengan cepat mengeset koneksi ke tiap titik akhir REST. Nilai kembalian dari openConnection harus disalurkan ke suatu instance HttpURLConnection atau HtpsURLConnection, tergantung apakah titik akhirnya diakses melalui HTTP atau HTTPS. Baik HttpURLConnection dan HttpsURLConnection memungkinkan Anda untuk melakukan operasi seperti menambahkan permintaan header atau membaca respon. Kutipan kode berikut menunjukkan Anda bagaimana pengaturan awal koneksi dengan titik akhir root GitHub API 1 // Create URL 2 URL githubEndpoint = new URL" 3 4 // Create connection 5 HttpsURLConnection myConnection = 6 HttpsURLConnection Perhatikan bahwa HttpsURLConnection adalah subkelas dari kelas HttpURLConnection. 4. Menambahkan Permintaan Headers Kebanyakan website yang menawarkan REST API ingin bisa mengidentifikasi aplikasi Anda secara unik. Cara paling mudah untuk membantu website-website tersebut adalah dengan memasukkan header unik User-Agent ke semua permintaan Anda. Untuk menambahkan header User-Agent ke permintaan Anda, Anda harus menggunakan metode setRequestProperty dari objek HttpURLConnection. Sebagai contoh, inilah cara mengeset header User-Agent ke 1 " Anda bisa menambahkan banyak header ke permintaan Anda dengan memanggil metode setRequestProperty beberapa kali. Sebagai contoh, kutipan kode berikut menambahkan header Accept dan suatu header kustom Contact-Me 1 2 "application/ 3 4 "hathibelagal 5. Membaca Respons Begitu Anda memasukkan semua permintaan header, Anda bisa mengecek apakah Anda mendapatkan respon yang valid dengan menggunakan metode getResponseCode dari objek HttpURLConnection. 1 if == 200 { 2 // Success 3 // Further processing here 4 } else { 5 // Error handling code goes here 6 } Jika kelas HttpURLConnection mendapatkan kode respon pengalihan seperti misalnya 301, maka akan secara otomatis ditangani dan mengikuti respon pengalihannya. Oleh karenanya, biasanya Anda tidak harus menulis kode tambahan apapun untuk memeriksa pengalihannya. Jika tidak ada kesalahan, sekarang Anda bisa memanggil metode getInputStream untuk mendapatkan referensi ke aliran input koneksinya. 1 InputStream responseBody = Kebanyakan REST API saat ini mengembalikan data yang diformaat sebagai dokumen JSON yang valid. Jadi, alih-alih membaca dari objek InputStream secara langsung, saya sarankan Anda membuat InputStreamReader untuk tujuan tersebut. 1 InputStreamReader responseBodyReader = 2 new InputStreamReaderresponseBody, "UTF-8"; 6. Parsing Respon JSON Android SDK memiliki kelas yang bernama JsonReader, yang sangat memudahkan Anda untuk parsing dokumen-dokumen JSON. Anda bisa membuat instance baru kelas JsonReader dengan memasukkan objek InputStreamReader ke konstruktornya. 1 JsonReader jsonReader = new JsonReaderresponseBodyReader; Cara Anda mengekstrak potongan informasi tertentu dari dokumen JSON tergantung pada strukturnya. Sebagai contoh, dokumen JSON yang dikembalikan oleh root endpoint REST API Github akan terlihat seperti ini 1 { 2 "current_user_url" " 3 "current_user_authorizations_html_url" " 4 "authorizations_url" " 5 "code_search_url" " 6 "emails_url" " 7 "emojis_url" " 8 "events_url" " 9 "feeds_url" " 10 "followers_url" " 11 "following_url" " 12 "gists_url" " 13 "hub_url" " 14 "issue_search_url" " 15 "issues_url" " 16 "keys_url" " 17 "notifications_url" " 18 "organization_repositories_url" " 19 "organization_url" " 20 "public_gists_url" " 21 "rate_limit_url" " 22 "repository_url" " 23 "repository_search_url" " 24 "current_user_repositories_url" " 25 "starred_url" " 26 "starred_gists_url" " 27 "team_url" " 28 "user_url" " 29 "user_organizations_url" " 30 "user_repositories_url" " 31 "user_search_url" " 32 } Sebagaimana bisa Anda lihat, responsnya hanyalah suatu objek JSON besar yang mengandung beberapa kunci. Untuk mengekstraksi nilai dari kunci yang bernama organization_url darinya, Anda harus menulis kode berikut 1 // Start processing the JSON object 2 while { // Loop through all keys 3 String key = // Fetch the next key 4 if { // Check if desired key 5 // Fetch the value as a String 6 String value = 7 8 // Do something with the value 9 // ... 10 11 break; // Break out of the loop 12 } else { 13 // Skip values of other keys 14 } 15 } Kode diatas memroses respon JSON sebagai aliran dari token. Oleh karenanya proses tersebut hanya menggunakan memori yang sangat sedikit. Meskipun demikian, karena harus memproses setiap token tunggal satu demi satu, prosesnya bisa lama ketika menangani berbagai respon yang besar. Setelah Anda mengekstrak semua informasi yang dibutuhkan, Anda selalu harus memanggil metode close untuk objek JsonReader supaya melepaskan semua sumber daya yang ditahannya. Anda juga harus menutup koneksi dengan memanggil metode disconnect dari objek HttpURLConnection. 1 7. Menggunakan Metode HTTP yang Berbeda Antarmuka HTTP berbasis REST menggunakan metode HTTP untuk menentukan tipe operasi yang harus dilakukan pada suatu sumber daya. Di langkah sebelumnya, kita memanfaatkan metode GET HTTP untuk melakukan suatu operasi baca. Karena kelas HttpURLConnection secara default menggunakan metode GET, kami tidak akan memerincinya secara eksplisit. Untuk mengubah metode HTTP objek HttpURLConnection Anda, yang harus digunakan adalah metode setRequestMethod. Sebagai contoh, kutipan kode berikut membuka koneksi ke suatu titik akhir yang dimiliki oleh dan mengeset metode HTTPnya ke POST. 1 URL httpbinEndpoint = new URL" 2 HttpsURLConnection myConnection 3 = HttpsURLConnection 4 5 Seperti yang telah Anda ketahui, permintaan POST digunakan untuk mengirimkan data ke server. Dengan menulis ke stream keluaran koneksi, Anda bisa dengan mudah menambahkan data apa saja ke tubuh permintaan POST. Meskipun demikian, sebelum melakukannya, Anda harus memastikan bahwa Anda memanggil metode setDoOutput dari objek HttpURLConnection dan memasukkan true ke sana. Kutipan kode berikut menunjukkan bagaimana Anda mengirimkan pasangan key-value yang sederhana ke server. 1 // Create the data 2 String myData = "message=Hello"; 3 4 // Enable writing 5 6 7 // Write the data 8 Respons Melakukan caching respon HTTP selalu merupakan ide yang bagus. Dengan melakukannya, Anda tidak hanya mengurangi konsumsi bandwidth aplikasi Anda, tetapi juga menjadikannya lebih responsif. Mulai API level 13 ke atas, Android SDK menawarkan suatu kelas yang disebut HttpResponseCache, yang mengizinkan Anda untuk dengan mudah melakukan caching tanpa melakukan perubahan apapun ke logika jaringan. Untuk memasang cache bagi aplikasi Anda, panggil metode install dari kelas HttpReponseCache. Metode ini mengekspektasikan suatu jalur mutlak yang menetapkan di mana cache harus dipasang, dan suatu angka yang menetapkan ukuran cache. Anda bisa menggunakan metode getCacheDir jika tidak ingin menetapkan jalur absolut secara manual. Kutipan kode berikut memasang suatu cache yang ukurannya 100,000 byte 1 HttpResponseCache myCache = 2 getCacheDir, 100000L; Sekalinya cache dipasang, kelas HttpURLConnection akan menggunakannya secara otomatis. Untuk memeriksa apakah cachenya bekerja, Anda bisa menggunakan metode getHitCount yang mengembalikan jumlah respons HTTP yang dilayani dari cache. 1 if > 0 { 2 // The cache is working 3 } Kesimpulan Ada ribuan REST API yang tersedia untuk Anda gunakan secara gratis di aplikasi Android Anda. Dengan menggunakannya, Anda bisa membuat aplikasi Anda lebih informatif, menarik, dan kaya fitur. Di tutorial ini, Anda sudah belajar cara menggunakan kelas HttpURLConnection untuk mengonsumsi REST API . Anda juga sudah belajar cara membuat suatu cache respon HTTP yang menjaga pemakaian bandwidth aplikasi Anda tetap rendah. Jika menurut Anda penggunaan HttpURLConnection cukup sulit, Anda mesti mencoba library pihak ketiga seperti Volley. Library seperti ini menggunakan kelas HttpURLConnection secara internal, tetapi menyediakan banyak metode bagus yang memungkinkan Anda membuat kode yang lebih ringkas dan mudah dibaca. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang networking di platform Android, Anda bisa merujuk ke panduan Operasional Jaringan Android.
caramengaktifkan apache, cara mengaktifkan xampp di ubuntu,
SSL yakni salah suatu cara mengamankan website terbit berbagai serangan malware, spam atau phising. Ibarat pagar, SSL akan melindungi hosting rumah dan domain yang engkau miliki. Ada bermacam ragam macam SSL berbayar dengan harga beragam yang bisa anda membeda-bedakan sesuai keinginan. Kami punya rekomendasi sertifikat SSL Kaidah Mengaktifkan SSL Nah biasanya bakal SSL murah berbayar, terserah beberapa hal yang harus ia lakukan malah lewat. Yaitu Mendapatkan Kode CSR Certificate Signing Request dan Private Key Kode CSR merupakan suatu kode enkripsi yang digenerate maka dari itu web server di mana piagam SSL akan diinstal. Padahal Private Key adalah satu key yang nantinya digunakan bagi sinkronisasi ke Hosting atau VPS. Private key akan dihasilkan saat CSR sudah didapat. Mendapatkan Kode CRT dan CABUNDLE Kode CRT Certificate SSL dan CABUNDLE Certificate Authority Bundle SSL diperoleh setelah kamu mengerjakan pemeriksaan ulang domain. Nantinya file ini akan berfungsi lakukan integrasi dengan Hosting ataupun VPS. Agar SSL dapat langsung aktif, sira bisa ikuti panduan cara mengaktifkan SSL berikut ini. Memperoleh CSR, Private Key, CRT dan CABUNDLE Sebelum mengaktifkan SSL, kamu harus memperoleh CSR, Private Key, CRT dan CABUNDLE terlebih dahulu. Akan halnya caranya silahkan ikuti step by step berikut ini, 1. Login MyDomaiNesia Langkah purwa yaitu, buka pada web browser. Lalu masukkan username dan password anda. Username dan password ini yakni akun anda plong momen register di DomaiNesia sebelum pembelian domain atau hosting. 2. Memilih SSL yang Telah Diorder Kemudian dia akan diarahkan ke pekarangan client area. Silahkan membeda-bedakan My Services , plong halaman tersebut terdapat SSL yang telah ia order. Klik SSL tersebut. Kalau SSL berwarna plonco, itu artinya invoice pembelian SSL telah lunas dan SSL boleh digunakan. Jika berwarna merah, itu berarti anda harus segera melunasi invoice. 3. Melakukan Konfigurasi SSL Selepas memilih SSL yang diorder, maka kamu akan diarahkan ke halaman Manage SSL. Di haud kamu boleh mematamatai status SSL aktif maupun tidak, tanggal registrasi registration date, kadaluarsa expiration, metode pembayaran payment method serta harga perpanjang recurring amount. Lalu silahkan klik Configure Now. 4. Generate CSR Certificate Signing Request Seharusnya SSL dapat aktif, kamu harus memiliki kode CSR Certificate Signing Request dan Private Key. CSR merupakan sebuah kode enkripsi nan digenerate oleh web peladen di mana arsip SSL akan diinstal. Puas episode Order Type silaja pilih New order. Seyogiannya kode CSR dapat terbentuk, kamu teradat melakukan generate CSR. Silakan klik Generate CSR. 5. Memuati Form Generate CSR Silakan isi form nan muncul. Yuk catat country, state, locality, organization, organization unit, common name, serta email address. Kerjakan Common Name mari diisi dengan jenama domain. Jika sudah, yuk klik Submit. Jikalau mutakadim, maka centung unjuk key CSR seperti dibawah Certificate Signing Request digunakan untuk membangkitkan Private Key. Lebih lanjut, kamu harus kembali mengisi beberapa form untuk Administrative Contact information. Kamu harus mengisi First Name, Last Name, Organization Name, Job Title, Email Address, Address 1, Address 2, City, State/Province, Zip Code, Country serta Phone Number. Pastikan semua form terisi semua ya. Jika sudah lalu, ayo klik Click to Continue. 6. Melembarkan Metode Pembenaran SSL Cak bagi validasi SSL terdapat sejumlah cara yakni melalui email, HTTP, dan DNS Record. Pada bagian DVC Method, silakan diskriminatif metode testimoni nan kamu inginkan. Jika sudah, pilih Click to Continue. Tunggu sebentar setakat proses generate selesai. Setiap metode tes, memiliki cara masing-masing. Akan halnya cara pembenaran SSL dapat beliau baca di beberapa panduan berikut Cara Konfirmasi SSL melalui Email Pendirian Tes SSL melangkahi DNS Record Cara Validasi SSL melalui HTTP Biaya siluman Kami sarankan lakukan menunggangi metode pembuktian email karena makin mudah dan cocok untuk pemula. Kamu hanya teradat memiliki email dengan domain sendiri yang mengarah ke hosting DomaiNesia. 7. Memperoleh Private Key Pasca- selesai generate CSR, mengisi form serta memuati metode verifikasi yang diinginkan, sekarang saatnya memperoleh Private Key agar lebih jauh dapat dilakukan instalasi SSL. Marilah klik Get Private Key terlebih dahulu. Yuk copy Private Key ke internal Notepad/ TextEdit alias Gedit. Private Key ini besok akan di paste di Menu SSL pada cPanel. Silakan login ke cPanel Hosting kemudian klik Menu SSL/TLS. Silahkan klik Private Keys Generate, view, upload, or delete your private keys Lalu kamu harus copy Private Keys yang tadi lalu paste puas penggalan Upload Private Keys. Pada adegan Description, mari tulis nama domain dan jangan lupa klik Save. Lalu Bahkan Yang Harus Dilakukan? Nah selepas kode CSR, Private Key, CRT dan CABUNDLE didapatkan, maka kamu bisa segera mengamalkan instalasi SSL di Hosting. Untuk mengamalkan instalasi SSL di Hosting, silahkan baca Cara Install SSL di Hosting. Untuk melakukan instalasi SSL di VPS, silahkan baca Mandu Install SSL di VPS. Bagaimana Kalau Ingin Mengubah Metode Validasi? Jika ingin mengingkari metode testimoni, yuk klik Domain Validation method . Setelah itu silakan pilih metide validasi email, HTTPS, HTTPS atau DNS. Setelah itu klik Submit. Kesimpulan Terletak beragam spesies SSL yang bisa anda dapatkan. Ada SSL murah dengan harga terjangkau dan ada sekali lagi SSL Cuma-cuma yang dapat kamu gunakan. Adapun cara mendapatkan sertifikat SSL gratis merupakan silahkan baca Cara Daftar SSL Gratis. Buat melakukan instalasi SSL berbayar, sira harus mengaktifkannya malar-malar dahulu. Silahkan ikuti pendirian mengaktifkan SSL step by step. Tenang, nan kamu butuhkan pertama merupakan kode CSR, Private Key, CRT serta CABUNDLE. Setelah semua itu terpenuhi, hijau sira bisa menirukan cara install SSL di Hosting ataupun cara install SSL di VPS. DomaiNesia jagonya hosting murah, SSL murah dan domain murah. Ada pertanyaan tentang panduan atau layanan Kami? Silahkan hubungi Cak regu Support DomaiNesia melalui live chat domainesia atau kirim kartu. Salam DomaiNesia!
CPUZ is a freeware that gathers information on some of the main devices of your system : Processor name and number, codename, process, package, cache levels. Mainboard and chipset. Memory type, size, timings, and module specifications (SPD). Real time measurement of each core's internal frequency, memory frequency. The CPU-Z's detection engine is now available for customized use through the
. b0m77k6r2s.pages.dev/376b0m77k6r2s.pages.dev/891b0m77k6r2s.pages.dev/165b0m77k6r2s.pages.dev/462b0m77k6r2s.pages.dev/287b0m77k6r2s.pages.dev/618b0m77k6r2s.pages.dev/733b0m77k6r2s.pages.dev/275b0m77k6r2s.pages.dev/428b0m77k6r2s.pages.dev/101b0m77k6r2s.pages.dev/281b0m77k6r2s.pages.dev/524b0m77k6r2s.pages.dev/110b0m77k6r2s.pages.dev/806b0m77k6r2s.pages.dev/304
cara mengaktifkan get keys from the web di android