puisitentang PONDOK PONDOKKU. Mahmud Nurdin. Shalawat untuk nabi. Panggilan azdan untuk kami. Dalam hati . Tiada menanti. Hari melawati mimpi. Ingin pulang takut mati. 4 x 10. 24 jam x seminggu. 6 tahun terbelenggu. Di barisan pondok surgaku. Kenari menunggu. Awal adalah akhir. Akhir bukanlah segalanya. Namun akan jadi takdir Kehidupan di Ilustrasi Santri hidup menjadi seorang santri memiliki cerita dan kesan tersendiri bagi saya yang pernah tinggal di Pondok Pesantren, pengalaman yang mungkin gak bisa dilupakan semasa hidup saya. Hiruk pikuk perjalanan menjadi seorang santri tentu memberikan warna yang berbeda, karena banyak sekali cerita yang ga bisa saya dapatkan ketika hidup di luar lulus dari Sekolah Dasar saya memang ingin sekali mondok biar pinter ilmu agama katanya hehe, walaupun banyak sebagian orang yang menganggap pondok itu seperti penjara yang mengekang kebebasan dan banyak sekali peraturannya. Bagi saya pondok memang penjara, tapi penjara suci hehehe..Alhamdulillah nya orang tua pun mengabulkan keinginan saya untuk mondok setelah lulus dari Sekolah Dasar. Akhirnya saya dan orang tua saya melakukan survei dari beberapa referensi Pondok Pesantren, mulai yang terdekat sampai yang jauh, dari mulai pondok salafy hingga survei ke beberapa tempat saya mendapatkan tempat Pondok Pesantren modern yang saya pikir sepertinya saya cocok di tempat ini dan saya akan nyaman berada di tempat ini, tempatnya tidak jauh dari rumah kok, jaraknya hanya berkisar 1 jam dari harinya tiba saya berangkat ke Pesantren diantar oleh keluarga besar. Hari pertama ke dua hingga bertahun-tahun hidup di pesantren, saya sangat merasa nyaman dan betah karena mondok adalah kemauan saya sendiri tapi sebenernya walaupun tekad saya untuk mondok sangat tinggi tetap saja ada sedikit hawa pengin pulang ke rumah berada di pesantren selama 6 tahun, mulai dari SMP hingga SMA. banyak sekali pengalaman serta kesan yang saya dapat selama di pesantren, bagi saya pondok pesantren memberikan pelajaran yang sangat berarti. Hidup di pesantren mengajarkan saya bagaimana hidup mandiri, jauh dari orang tua, adik, saudara, bahkan kerabat yang selalu di pondok pesantren saya tidak merasakan kasih sayang secara langsung dari orang tua, namun istimewanya di pondok pesantren kita begitu merasakan kasih sayang dan kebersamaan dengan teman-teman yang sudah seperti keluarga di pondok sangat padat, mulai dari jam 3 pagi bangun untuk salat malam, dilanjut ke masjid untuk salat berjemaah subuh, setalah itu bersiap-siap untuk ke sekolah, kebetulan pondok pesantren yang saya tempati adalah pondok pesantren modern jadinya ada sekolahnya, sepulang sekolah saya rapi-rapi untuk persiapan mengaji sore. Ya sebenernya hidup di pondok itu enak, cuma belajar, sekolah, ngaji, makan, tidur hehe tapi banyak banget orang yang gak betah tinggal di pesantren termasuk saya yang punya tekad kebersamaan, di pesantren kebersamaan antara santri sangat kuat. Saya ingat, jika waktu dijenguk tiba ketika ada orang tua santri yang datang untuk mengunjungi anaknya, pasti wali santri tersebut membawakan nasi untuk anaknya serta santri lainnya yang tinggal sekamar. Dari bungkusan itulah kebersamaan santri sangat terlihat, sebelum makan kami menyatukan bungkusan nasi itu menjadi satu sehingga bisa makan sama-sama, sampai berebut karena saking ramainya, tapi itu sudah menjadi hal biasa sehingga menjadikan sebuah kebersamaan semakin terus berjalan hingga akhirnya saya lulus dari pondok pesantren. Suka dan duka, pahit manis sudah saya rasakan selama mondok 6 tahun. Saya bangga hidup di pesantren karena di pesantren saya sedikit tahu ilmu agama. Saya bangga hidup di pesantren karena di pesantren saya diajarkan untuk hidup bangga hidup di pesantren karena saya bisa merasakan nikmatnya kebersamaan yang tidak bisa saya dapatkan ketika hidup di luar. Saya bangga hidup di pesantren karena saya dididik untuk menjadi insan yang islami. Dan saya bangga hidup di pesantren karena dari pesantren saya tahu bahwasanya ilmu dunia serta akhirat harus seimbang agar tak salah melangkah.

dalammenghadapi kehidupan di dunia maupun akhirat. 2. Karakteristik Pondok Pesantren Ada beberapa aspek yang merupakan elemen dasari dari pesantren yang perlu dikaji lebih mendalam mengingat pesantren merupakan sub kultur dalam kehidupan masyarakat kita sebagai suatu bangsa. Walaupun pesantren dikatakan

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pesantrenku ...Tempatku mendapatkan pelajaranDididik menjadi pribadi lebih baikTempat meresap ilmu agamaPesantrenku ...Tempat indah dan damaiMenghasilkan orang-orang cinta ilmuRuang sederhana namun kaya pengetahuanTak banyak ramai tapi lekat adabPesantrenku ...Memang beda dari sekolah lainnyaTapi ciri bedanya membanggakanDi sini kutemukan banyakDan di luar ada yang kurang Pesantrenku ...Belajar di sana membuat jiwa ini akrab dengan ilmuDidikan dan bimbingan tak pernah lepasTuk temukan jati diri sejati Pesantrenku ...Tiada seberharga dirimu dari seluruh tempat yang kutemuiMengenal guru-guru nan santunTiada keluh, tiada lelah mendidikAgar lebik baik dan mandiriPesantrenku ...Nurul Falah, cahaya kemenanganCahaya ilmu pengetahuanDari pelajaran dan pengajaranMenerapkan ajaran muliaDari tuntutan IslamIslam yang rahmatan lil'alaminBorongganjeng, 2 Februari 2019Dini AuliaSantriwati Kelas XI IPA MA PP. Nurul Falah Lihat Puisi Selengkapnya

LihatJuga. Terapan teori-teori behavioristik dalam kegiatan muhadharah: studi kasus di Tarbiyatul Muallimien Al-Islamiyah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura / Arie Muhammad Dliyauddin oleh: Dliyauddin, Arie Muhammad Terbitan: (2019) ; Penerapan Prinsip Belajar Behavioristik dalam Kegiatan Muhadharah Di Tarbiyatu Muallimien Al-Islamiyah Pondok Al-Amien Prenduan Sumenep Madura Puisi Santri sejati adalah cerita puisi tentang anak santri yang akan menutut ilmu agama di pondok pesantren dirangkai dengan berbagai kata-kata puisi perjuangan seorang santri dan kata kata untuk ibu yang cerita selengkpanya dalam bait puisi yang berjudul santri apak berkisah seperti puisi santri pendek atau puisi santri salafi selengkapnya disimak saja puisi berjudul santri sejati dibawa Santri Sejati Oleh Ukhty KarozuKukuatkan tekatKubersihkan niatAgar selamat dunia akhirat..Kubuka kitabkuKuayunkan penakuKudengarkan ustadku..Kulantunkan kalam ilahiKurenungi syarat dan artiKugenggam erat sepenuh hati..Ayah ibu.. Kuat kanlah diriRelakan perpisahan sementara iniDemi cita-cita sejati..Kelak Akan Aku buktikanKau Akan bangga memilikikuKarna telah mengirim jauh darimuUntuk menjadi ladang pahalamu..Ibty. 14/08/2020
Dalamrenung, ku menangis. Oh. Betapa sedih hatiku. Ilmuku hanya di mulut belum ada di laku. Oh. Betapa sedih hatiku. Ilmu dan hafalanku bak minyak atsiri, mewangi sebentar kemudian menguap dari diri. Oh. Betapa sedih hatiku.
Berikut ini adalah puisi tentang kehidupan Pesantren dengan judul puisi pondok pesantren cintaku. bagaimana kisah cerita kehidupan di pesantren dalam bait puisi pesantren yang ditulis oleh anak bercerita seperti puisi santri menuntut ilmu dan puisi renungan santri ataukah berkisah seperti dalam kata kata puisi tentang santriwatiUntuk lebih jelasnya puisi tentang kehidupan di pondok pesantren dan prihal puisi santri Indonesia disimak saja puisi karya anak santri dalam puisi pondok pesantren cintaku dibawah PESANTREN CINTAKUKarya WahyudinurDari rimah aku bertujuan kepondokUntuk mencari ilmu danmenghilngkan kebodohandi pondok…Kumeninggalkan orang tuaalat elektronik dan meninggalkan pacar kitaDi pondok…kita mengaji kitab kuningbukan novel bukan komikyang sering kita baca dirumahKita bestel tiap bulandan kita di pondok….harus rajin, semangat, tekun dan sabar dalam menghapitnyaKita dirumahmakan ayam, burger, pitza, dan lain-lain tapi di pondok….Kita hanya makanoreg, tahu, oncom,tongkol, telur di pondok….Kita harus punya tatakramadan akhlakul karimahdan harus saling kenal mengenalDi pondok….harus menghargai kiyai,orang yang lebih tua dari kita di pondok……itu harus belajar, sholat jama’ahngaji di kiyai atau ustadzdi pondok…….kita harus mentaati tata tertibYang ada di pondokkalau kita pulang,…..wajib izin dahulu kepada kiyaipengasuh atau ketua pondok"Feb, juga Kumpulan puisi hari santri nasional terbaikDemikianlah puisi tentang kehidupan pesantren dengan judul puisi pondok pesantren cintaku, baca juga puisi perpisahan pondok pesantren atau puisi tentang pondokku yang telah diterbitkan sebelumnyaSemoga puisi tentang kehidupan pesantren berjudul pondok pesantren cintaku dapat menghibur dan menginspirasi untuk menulis puisi tentang santri masa depan atau puisi tentang mondok.
Santridan sastra merupakan dua istilah yang saling terkait. Keduanya berasal dari akar kata yang sama dari bahasa sanskerta yaitu sashtra atau sastra.
5 Puisi Ulang Tahun Pondok Pesantren Tak terasa Hampir seperempat lebih kau berkiprahUntuk kami, dan bangsa iniDua puluh sembilan tahun menjadi sejarahMengemban tugas juga amanahTak terasa,Begitu banyak sudah keringat yang engkau keluarkanPerjuanganmu mencetak generasi islamiPenuh rintangan dan duriWahai Fatchul UlumkuBangunan sederhana ini menjadi saksi bisuDalam kami mencatat ilmuLantunan ayat Al-Qur’an menggugah imanLantunan sholawat menggema setiap saatSelamat milad Fatchul UlumkuSemoga kiprahmu abadi selaluEngkau menjadi jembatan kamiUntuk meraih semua mimpi-mimpiTerimakasih Fatchul UlumkuAtas jasa dan juga ilmumuEngkau yang selalu mengajari kamiApa itu arti mandiriDarimu aku bisa mengenal huruf hijaiyyahNun mati bertemu ya’, idghom bighunnahNun mati bertemu lam, idghom bilaghunnahDan, nun mati bertemu ba’, itulah bacaan iqlabDibalik tembok itu Aku dikenalkan tauhid, shorof dan juga nahwuDidalam kamar ituAku dikenalkan dengan teman-temankuTepat dihari yang istimewa iniAku coretkan ungkapan hatiBetapa hidup ini menjadi berartiAtas bimbingan dan do’a kyaiDari santri untuk Negri Puisi 2"Selamat Ulang Tahun Abahku Tersayang"Tak terasa waktu terus bergantiKiprahmu pun slalu dinantiAsa juangmu tanpa hentiMembangun umat menjaga negeriSelamat ulang tahun abahku tercintaSemoga panjang umur berkah maslahatSehat manfaat membimbing umatRidlo Ilahi kan slalu mengirimuSelamat ulang tahun abahku tersayangKami selalu menyayangimuKami slalu bangga padamuNegeri inipun slalu mengagumimuAbahku tercintaKami selalu mendoakanmuKami slalu mendukungmuKami slalu iringi langkah perjuanganmuAbahku tersayangPerjuangan mu selalu berhargaBimbinganmu menjadi penataNasihatmu slalu membahanaKepemimpinanmu slalu di dambaSmoga Allah slalu menjagaMenjadikanmu hambaNya yg slalu dicintaMelimpahkan segala RahmatNyaUntuk Abahku KH. Ma'ruf Amin sang ulama yg slalu berjuang membimbing dan membangun umat, bangsa, dan 3dirgahayu sekolahkudirgahayu sekolahku.....terimakasih atas jasa jasamuyang telah membantu kumembantuku untuk menimba ilmudirgahayu sekolahkutaktersa waktu terus begantitakterasa dirimu telah tuaberiring jalannya waktu kau menuntunkudisinilah semua terjadiada keluh kesahtangis sesaldan riu ria. semua warga sekolahsekali lagi kuucapkanDIRGAHAYU SEKOLAHKUPuisi 4Cahaya ilmuBerbagai tunas bangsa kau cerdaskan Bermacam kebodohan pula kau hapuskanKau lah sumber cahaya ilmu abadiSampai kapanpu takkan pernah matiSekolahku kau kan ku rangkai dilubuk hatiMenhjaga nama baikmu adalah janji suciTerang cahayamu ku telusuri walau jalan berduriTetesan ilmumu membentuk kepribadian yang hakikiLentera hati mendo’akan pengapdianmuMenembuskan cakrawala kehidupan tanpa batasSemoga langkahmu semakin lebih baikSebuah ucapan ulang tahun ku persembahkan untuk sekolahkuPuisi 5Satu satu langkah tertitiBerjalan pada tapak tapak keikhlasanMunuju arah meghidupkan obor kecerdasanMeninggalkan gurat keikhlasan...Satu satu langkah tertitiSilih berganti,Pengabdi tiada usaiDidik tunas muda, tanamkan bekal kehidupan, Untuk rasanya kelak,Untuk asin, pahit, manis, asam nya rasa jadikan perlahan, tempah nafas perjuangan,Bentuk karakter hidup, untuk dapat titian titian baruBukan lah sedikit, juga tidaklah terlalu adanya,Diusia mudamu empat puluh delapan tahun,Gedung membisu,Guru bertauladanAnak beriak canda tawaSekuriti tegak berdiriOrang tua ikut berbisikSemua mengelora menjadi saksiSaksi buat lakumu telah para pengabdi, saksi tempat mencari,Saksi yang lama hilangkan abdi kata tuk berhentiBentuk diri menjadi bakti tidaklah cukup,Kata bukanlah nada,Lagu pun diam tersipu malu,Puisi bukankah syair,Tuk lukiskan betapa engkau telah menjamu menyiram,Hidupkan jamur jamur penghias tawa, tangis, tercampur torehkan diri hadikan haru...Satu satu langkah tertatih...Bisunya diri tuk menjerit ucap riang tak salam bahagia kami
Karaktertersebut diterapkan di pondok pesantren karena dinilai tepat untuk diajarkan pada santri dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dijadikan sebagai dasar dari nilai karakter yang lainnya. Meskipun begitu, penanaman karakter yang lain tidaklah dikesampingkan oleh pondok pesantren hanya saja penerapannya tidak sebanyak ketiga karakter tersebut.
SAYU YANG KESEKIAN By Ahmozy Kebumen Hari berganti, Pagi beralih siang, Siang beralih malam, Dan manusia juga potensi seperti itu, Berubah, Dengan hati-hati harusnya melangkah lagi, Mengenang kegelisahan hati, Mengharap nanti, Semoga Engkau bersedia saat ku harus kembali, Tapi hati haruslah sabar menahan diri, Sebab, saya tak tau hatimu masihkah memiliki, atau Hanya seutas hati yang diam namun tanpa ilahi, Manusia selalu potensi, Saat sakit, Kepala seperti tertusuk jarum yang semakin dalam menusuk, Tubuh terasa panas seperti matahari yang kehilangan pohon, dan Teduhnya, Begitulah wajar manusia, Dada terasa perih menelan sesuatu yang termakan, Termasuk kepedihan yang bisa tertelan, Tentang hubungan kita yang di pisahkan, Karena keadaan, Namun, sayu yang kesekian ini, Semoga tak menjauhkan dari ridho Tuhan, Karena manusia selalu potensi, Sejak kita melangkah, Sesuatu yang sulit terlupakan pasti, Entah tangan lembutnya, Senyum manisnya, Paras cantiknya, dan Semua tentangnya yang gemulai, Padahal dekat dengannya, Begitu mendamaikan hati, Manusia selalu potensi, Kemanapun langkah tertuju, Selalulah bawa batangnya, Kalaupun sempat terlupa, Itu akan membawa kita merupa bayang yang pernah kita pejamkan, Kita tak pernah tau apa yang Tuhan rencanakan, dan Bisa dipastikan, Manusia selalu potensi, Di balik sakit, Di balik kisah, Di balik kata-kata, Di balik do'a-do'a, atau Di balik sayu yang kesekian, Entah siapa nanti yang menjadi pemenangnya, Semoga tetap karena Ridha ya, Bukan karena sakit, Kisah, Kata-kata, ataupun Sayu yang kesekian.
PondokPesantren Puisi - NABI KANGEN Sofyan RH Zaid . bila kau lelah dan rindu # baca sajakku di atas batu apa yang pernah tertunda # hari ini menjadi sabda . 1/ Puisi Kehidupan - Pondok Pesantren Al-Istiqomah
Sebagai orang tua tentu sangat manusiawi jika rindu dengan sang anak. Apalagi jika sang anak tersebut awalnya adalah anak yang sangat manja dan kini berada di pesantren. Terkadang banyak orang tua yang sulit mengekspresikan rasa rindu kepada anaknya dalam bentuk kata-kata rindu anak di dalam tulisan ini kami telah merangkai berbagai kata-kata yang menunjukkan pesan kerinduan untuk anak di pesantren1. Meskipun diri ini tak kuat lagi menahan rinduku padamu wahai buah hatiku, aku akan tetap berusaha menahan ini semua karena kepergianmu ke pondok adalah demi kebahagiaanmu di masa Biar raga tak lagi bersama, biar pandangan tak lagi menatap, dan biar jarak memisahkan, kami akan senantiasa mendoakanmu dimanapun dan kapanpun wahai Walaupun ilmu agama yang ku miliki tidaklah seberapa, tapi aku akan senantiasa mendidik anak-anakku menjadi insan yang Meski terkadang di rumah aku gemar memarahimu, membentakmu, mengacuhkanmu, tapi percayalah aku akan selalu menyayangimu wahai anakku Belajarlah yang rajin anakku, janganlah memikirkan apapun selain belajar. Tak usah pikirkan urusan finansialmu. Biarlah kami yang akan memberikanmu segalanya agar kau berhasil dalam menuntut Walau kamu sering membuat hati kami tak karuan dan kecewa, kami akan terus mencintai dan menyayangimu wahai Tak peduli berapa masa yang sudah kuhabiskan untuk bekerja, tak peduli sudah berapa uang kami belanjakan untuk keperluan hidupmu. Itu semua tidak sebanding dengan kebahagiaan kami saat kau datang ke dunia ini wahai Masih tergambar jelas dalam diri kami betapa lucunya dirimu wahai anakku. Tapi sekarang kamu sudah menjadi gadis dan bujang yang belajar kehidupan di pondok pesantren. Rajin dan semangatlah dalam belajar, insya Allah doa kami akan terus Kami sadar masih banyak dosa. Kami sadar masih memiliki segudang kekhilafan. Dan kami sadar tidak memiliki banyak ilmu kehidupan. Namun kami tetap berusaha untuk menjadikanmu manusia yang berharga duhai anak kami Kebahagiaan yang terbesar bagi kami bukanlah saat kamu menjadi orang yang kaya dan terkenal wahai anakku, tapi kebahagiaan terbesar kami adalah ketika kamu semangat dan giat dalam belajar. Itu sudah lebih dari cukup bagi Jangan kau kira kami membuangmu dengan memasukkanmu ke pesantren, ketahuilah bahwa kami memasukkanmu ke pesantren adalah untuk menyelamatkanmu di masa Dari setiap tetes air mata kerinduan, disitulah terdapat ribuan doa dan harapan kami wahai Ya Allah, kuatkanlah hambamu ini yang rindu dengan buah hati kami di pondok pesantren. Berikanlah kami kelapangan jiwa dan raga saat ditinggal mereka untuk mencari Sabarlah wahai jiwa, anakmu hanya pergi keluar sebentar saja. Tahanlah rasa rindumu. Insya Allah mereka akan pulang dengan berbagai Duhai hati dan jiwa, jadilah seperti ibu Imam Syafii yang terus mendorong anaknya dalam Percayalah, anakmu di pesantren akan baik-baik saja. Yang terpenting saat ini adalah support dan doakan mereka setiap Kehidupan di pesantren adalah kehidupan yang sangat singkat wahai para orang tua. Karena itu bersabarlah kalian dalam menunggu para pejuang cilikmu Ketahuilah, anak mu hanyalah titipan dari Allah wahai para orang tua. Karena itu janganlah terlalu bersedih saat engkau ditinggal anakmu belajar di Lebih baik ditinggal buah hati ke pondok pesantren, daripada ditinggal sang buah hati yang pergi untuk bermaksiat kepada Allah Teruslah bersabar dalam menahan kerinduan sang buah hati tercinta. Karena hal ini lebih baik daripada mendapati sang buah hati hancur di masa yang akan anak-anak Anda yang sedang berada di pesantren selalu sehat dan giat dalam belajar, sehingga menjadi pelita yang menerangi orangtuanya di akhirat. Mudah-mudahan, kata-kata rindu di pesantren ini bermanfaat untuk JugaPesan untuk Anak di PesantrenBiaya Kuliah di Mesir
Sekitar500 penonton dari komunitas teater dan pondok pesantren dari beberapa kota di Madura, Surabaya, Malang. Antusiasme komunitas teater di Pamekasan dapat dicatat dari 200 peserta diskusi seusai pentas. Pementasan teater Masegit merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dihelat Kolom Teater Pamekasan (KTP) ke-13.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Hasil Penulisan Santri saat mengadakan kegiatan PELATIHAN KEPEMIMPINAN di Perpus Ponpes Mu'allimin Babaan Ciwaringin Cirebon 19/2/2016SANTRIKarya Ade Kolana kmr 18Santri adalah seorang yang pemberaniSantri adalah seorang yang suka mengajiSantri adalah seorang yang suka memberiSantri adalah seorang yang mandiri PONDOKKU Karya M. Rizqi Abdul Jabar kmr 21 Pondokku ……….Disitu Aku belajar menuntut IlmuDisitu Aku Membentuk jatidiriDisitu aku belajar berbakti kepada guru dan orang tuaDisitu Aku belajar Mandiri agar menjadi pribadi yang baikDisitu Aku belajar memimpin diri sendiriDisitu aku belajar memimpin umatDisitu Aku belajar memimpin MasyarakatDisitu Aku belajar memimpin rakyatDisitu aku belajar kebenaranPondokku yang ku banggakanPERJUANGANKU Karya Ali Shidiq kmr 02Perjuanganku yang begitu melelahkanPerjuanganku yang begitu menyusahkanBetapa lamanya Aku berjuangSampai keringatku ini bercucur baurSANTRI ADALAH SEORANG YANG BERANI Karya M. Ahan Fajroihan kmr18 Santri adalah seorang yang beraniUntuk berjuang demi mencari IlmuSantri tugasnya mengaji setiap hariDan mentaati para kiyai para sesepuhSantri mencari ilmu setiap hariSholat jama’ah lima waktu untuk mencari keridhoan AllahDan menjadi orang yang bermanfaat bagi masyarakatDan menjadi orang yang berakhlakul karimahDan patut di teladani oleh masyarakatDan mentaati peraturan gusti NabiSANTRI PRINSIPE NURUT KIYAI MODALE WEKEL NGAJI Karya Itqon Ba’alawie kmr 14Santri…..Baka Adus ngantriBaka ngising ngantriLamun bli ngantri, ngising lan aduse ning kaliBaka mangan kaya meriTapi bisa nyandang kaya bapak menteriItulah santri….Yang selalu mangaji setiap hari dirumah bapak kiyaisupaya dadi kiyaiAmien……SANTRI YANG SELALU MENGAJI Karya M. Fahmil Ilmi An-Nafi’I kmr 17Santri yang selalu mengajiYang mencari ilmu setiap hariUntuk mencari ridho ilahiUntuk mencari ridho Kanjeng NabiMenjalankan perintah IlahiTuk menghilangkan kebodohanDanmencari kepintaranSANTRI MU’ALLIMIN karya Havi Denta Mu’min kmr 03dialah santri, seorang pemimpinsang santri, dia yang menuntut haq dan kewajibansantri mu’allimin……Pemimpin bagi bangsa……Pemimpin umat…Santri Mu’allimin……Engkau yang bijaksanaYang jauh - jauh dari pelosokYang hanya ingin mencari secerah cahayaSantri Mu’allimin….Dini hari terbangunHanya untuk sholat shubuh, mengajiOh santri mu’allimin…engkau pemimpinkuOh santri mu’allimin…engkau junjungankuOh santri mu’allimin…engkau panutankuOh santri mu’allimin…engkau sang pemimpin sejatiPENCARIAN HIDUP karya Ahmad Fauzi kmr 09Jauh ku periUntuk mencari jati diriMencari ilmu agama, untuk kebahagiaan duniaTidak pula kebahagian akhiratMenembus dinginnya malamMenempu parjalanan waktuCoretan demi coretan telah banyak menghiassetiap hati dan relung pikiranberdo’a kepada tuhan agar mendapat masa depanyang hanya dapat dipandangdalam kesunyian malammenjadi orang yang terpandangPEMIMPIN Karya Auliya Hasby kmr 18Pemimpinku……Sungguh besar perjuanganmuTak trhingga penghormatanmu terhadapkuMenjalankan tugas tanpa merasa lelahHatiku berdetak kagum melihatmuPemimpinku…..Berjayalah engkauEngkau sebagai penyemangatkuTerpujilah engkauSungguh ku berterima kasih banyak terhadapmuTerimakasih oh pemimpinku…..SANTRI PERGI KE PENJURU DUNIA Karya Jujun Junaedi kmr 17Santri pergi ke penjuru duniaHanya untuk mencari cita - citaYang tinggi setinggi langitDari mulai kaki kanan kita melangkahJanganlah kita memikirkan perkaraYang tidak mementingkanPikirkanlah kalianHanya untuk belajar, belajar, dan belajarDan ingat tujuan dari rumahmu….Semangat….!!!BUMI PASANTREN Karya M. Akmal Al Fazar kmr 04Bumi pesantren adalah tempat belajarBagi para santri menimba ilmu keagamaanMendalami prinsip - prinsip syare’at IslamDi pesantrn kita harus belajar hidup susahHarus jauh dari orang tuaMakan kita cari sendiriMencuci pakainan pun sendiriDisini kami mencari setetes ridho dari kiyaiBekal masa depan nanti..SANTRI MU’ALLIMIN LANANGE JAGAT Karya Ibnu Rizik kmr 04Santri mu’allimin lanange jagatSantri kang bakal ngurusi umatInsya Allah selamat dunia akheratNyandange santri kaya pa menteriMangane santri kaya meriIreng - ireng kereta apiBagena ireng akeh kang ngantriMu’allimat Kamaliyah pasti..SANTRI CALON PEMIMPIN MASYARAKAT Karya Ahmad Dhofa Aqil kmr01Wahai santri….Kau adalah calon pemimpin masyarakatSantri…Kedatanganmu ditunggu masyarakatWahai santri….Kau berangakt ke pondok pesantrenDiantar oleh orang tua dengan penuh kasihSemangat yang luar biasaWahai santri….Kau belajar dengan penuh deritaKau tidur tidak seperti di rumahYang selalu menggunakan kasur dan segala macamKau makan dengan lauk seadanyaWaktu kau tidak punya uangKau mencari ke setiap kamarSantri…..Kau adalah panutan masyarakatDan dengan ilmu mu mampu menghidupkan kehidupanYang semula sepi menjadi ramai karena pengajian….DI PONDOK PESANTRENKarya M. Sirojudin kmr02Dari rimah aku bertujuan kepondokUntuk mencari ilmu dan menghilngkan kebodohanDipondok…Ku meninggalkan orang tuaAlat elektronik dan meninggalkan pacar kitaDi pondok…Kita mengaji kitab kuningBukan novel bukan komik yang sering kita baca dirumahkita bestel tiap bulandan kita di pondok….Harus rajin, semangat, tekun dan sabar dalam menghapitnyakita dirumah makan ayam, burger, pitza, dan lain-laintapi di pondok….Kita hanya makan oreg, tahu, oncom,tongkol, telur di pondok….Kita harus punya tatakramaDan akhlakul karimahDan harus saling kenal mengenalDi pondok….Harus menghargai kiyai, orang yang lebih tua dari kitadi pondok……itu harus belajar, sholat jama’ah ngaji di kiyai atau ustadzdi pondok…….Kita harus mentaati tata tertibYang ada di pondokKalau kita pulang,…..Wajib izin dahulu kepada kiyaiPengasuh atau ketua pondok..SANTRI PUNYA JIWA KEPEMIMPINAN Karya M. Ulil Absor kmr04Santri itu pasti punya jiwa kepemimpinanYang bisa mengatur dirinya sendiriDan orang lainSantri itu harus punya kesenmangatanKesabaran dan harus rajinJika santri belum punya kesemangatanKesabaran dan rajinItu belum dinamakan pemimpinSantri itu harus rajin dalam belajarDan juga harus bisa STAF….SHIDIK……TABLIGH….AMANAH…..FATONAH……SANTRI SANGAT PINTAR Karya Akyani kmr 02Santri adalah santri yang sangat pintarBisa ngajiBisa ngimami keluarga sendiriSantri kudu baikSopan santun kepada dewan guruDan kepada orang tua sendiriDan ustadzSantri kabeh kudu ngajiTidak boleh maen warnetTidak boleh bawa hpTidak boleh rokokTa’jirannya adalah botak, gerujug, cekrisKIYAI KU Karya M. Fajar Shodik kmr 05Oh kiyai….Kau selalu mengingatkan kuDan setiap hariKau memberikan kami ilmuSupaya kami bisa mengamalkannyaOh kiyai….Betapa senangnya kalau kau puji kamiSaat kami butuh penyemangat Dan kaulah kiyaiYang selalu mengingatkan kamiBetapa susah payahnya orang tuaDalam memberikan bekalSemangatOh kiyai….Betapa indahnya senyumamanmuKami suka senyumanmuDibanding senyuman logo wanita cantik jelitaDan hanya kaulah kiyaiYang kami sukai….PONDOK KU NEGARA KU Karya Fairuz Nurul Azwar kmr 14Oh Negara ku…..Kaulah yang kucintai…Pon-pes Mu’alliminKau yang ku banggakanSungguh kaya alam muDan juga bermanfaatBagi orang yang membutuhkanmuOh negaraku …..Engkaulah telah meringankankuDalam kehidupan iniDan semoga akan maju selaluBarakit - rakit ke huluBerenang - renang ke tepianBaersakit - sakit dahuluBersenang - senang kemudian….SANTRI PUNYA KARYA 1 2 3 4 Lihat Puisi Selengkapnya RaperdaPengelolaan Pesantren di Jateng Segera Dibahas. Jumat 29 Jul 2022 22:18 WIB. Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Hafil. 0. Ilustrasi Pondok Pesantren. Foto: SYAIFUL ARIF/ANTARA FOTO. Harapannya, pesantren mampu menyemaikan akhlak mulia. REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG--Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penyelenggaraan pesantren di Jawa Tengah .
  • b0m77k6r2s.pages.dev/941
  • b0m77k6r2s.pages.dev/768
  • b0m77k6r2s.pages.dev/526
  • b0m77k6r2s.pages.dev/116
  • b0m77k6r2s.pages.dev/44
  • b0m77k6r2s.pages.dev/64
  • b0m77k6r2s.pages.dev/209
  • b0m77k6r2s.pages.dev/693
  • b0m77k6r2s.pages.dev/49
  • b0m77k6r2s.pages.dev/153
  • b0m77k6r2s.pages.dev/524
  • b0m77k6r2s.pages.dev/915
  • b0m77k6r2s.pages.dev/188
  • b0m77k6r2s.pages.dev/445
  • b0m77k6r2s.pages.dev/564
  • puisi kehidupan di pondok pesantren